Jangan Registrasi Ulang Sim Card Pakai NIK dan Nomor KK

Registrasi Ulang Sim Card.png

Bagaimana cara mendaftar atau registrasi sim card kartu perdana baru maupun lama tanpa menggunakan NIK dan Nomor KK (Kartu Keluarga) asli ini demi menjaga identitas diri agar tidak disalahgunakan bahkan oleh pemerintahnya sendiri yang semakin hari meng-komunis-kan diri.

Usai menghabiskan dana APBN 200 Miliar Rupiah cuma buat proyek nggak jelas yakni blokir situs dewasa, Kominfo rezim panik kembali melakukan kebijakan semena-mena demi membungkam suara rakyat.

Kami selalu menyarankan agar jangan pernah menggunakan identitas asli hanya untuk registrasi kartu perdana..

..atau Anda siap menanggung resikonya minimal diganggu oleh pihak promotor yang menawarkan produk semacam asuransi, dll dan terparahnya data justru disalahgunakan pemerintah.

Memang harus diakui, ada kelebihan dan kekurangan atas kebijakan terbaru Menteri Kominfo dengan rilisnya aturan yang mengharuskan pengguna kartu prabayar daftar pakai Nomer KK / NIK / KTP.

Banyaknya komunitas sepakat untuk tidak meregistrasi ulang, toh yang rugi atas kebijakan Tolool ini adalah provider dan pemerintah.
Di jejaring media sosial seperti Twitter, Instagram, Facebook ramai-ramai kompak pakai hashtag #GueOgahRegistrasiUlang.
75% saja pengguna tidak meregistrasi ulang dan kartu mereka diblokir dengan alasan tersebut, mau bangkrut operator seluler? Hehehe. F*uck the piss off!

Konsumen adalah raja, cuma di rezim ini jadi budak, jangan takut nggak registrasi ulang gak bakal diblokir.

Jual Data Pengguna

Ini semua murni berbau dan sarat politis dari rezim panik yang nggak mau dikritik macam Orba.

Kekurangan Kebijakan

Ada sejumlah kerugian, dan ini seakan jadi hobi rezim penguasa sekarang untum merugikan pengusaha kecil:

Surutnya Penjualan Kartu Sekali Pakai

Berkurangnya pendapatan dari hasil jual kartu sekali pakai berisi kuota murah, harus diakui masih banyak sekali peminat paket internet dengan harga terjangkau dan kuota data melimpah.

Cara ini terbilang efektif untuk menjual paket internet murah, kartu perdana sudah otomatis bisa dipakai berisi kuota sesuai harga dijual, penjual sudah mendaftarkannya.

Kominfo membatasi penggunaan per NIK (Nomor Induk Kependudukan) hanya bisa pakai maksimal tiga kartu prabayar.

Identitas Rentan Disalahgunakan

Kalau kita pakai identitas asli buat daftar sim card, bersiap untuk kemungkinan terburuk berupa data-data disalahgunakan oknum untuk keperluan tertentu.

Tidak menutup kemungkinan juga pemerintah sendiri yang melakukan hal demikian, kita tetap harus waspada.

Punahnya Harga Kuota Murah

Ini ada kaitannya dengan kartu sekali pakai, saya sendiri termasuk konsumen yang gemar beli kuota murah dari perdana paket habis langsung buang, karena jelas harga lebih terjangkau, dan saya yakin masih banyak peminatnya di luar sana.

Dengan diterapkannya aturan Kominfo, maksimal cuma bisa daftar kartu perdana tiga kali..

..artinya saya sebagai penikmat kuota murah, pemerintah telah membatasi konsumen untuk menikmati hal tersebut secara tidak langsung, penjualan di outlet pun akan semakin punah.

Jadi adanya aturan tersebut selain merugikan pengusaha kecil, juga membuat rugi konsumen.

Monopoli Harga Provider

Siap-siap kalau kebijakan ini ditaati oleh semua pengguna maka operator seluler bakal melakukan skema tarif dan aturan seenaknya mereka, sedangkan pengguna hanya dibatasi maksimal tiga kartu SIM untuk satu NIK.

Kelebihannya Katanya Sih Begini

Kata mereka ada beberapa kelebihan, yaitu mengurangi tindak kejahatan penipuan, spam SMS, dan sejenisnya.

Dengan terdaftarnya sebuah sim card menggunakan nomor KK atau NIK / KTP maka katanya akan mudah dilacak bila ada pelaku kejahatan.

Tapi apakah harus dengan cara kejam ala komunis yang 'membantai' pihak tidak bersalah?

Tidak semua pengguna kartu prabayar itu melakukan penipuan, spam, atau apalah yang cuma mereka pikirkan.

Dan, cuma itu aja kelebihannya dan memang hanya itu tujuan Menkominfo melakukan kebijakan tersebut.

Menghindari spam? Lah yang selama ini nyepam kan provider, ga percaya? Simak: Jangan Angkat Nomor Telepon 62185.

Cara Registrasi Sim Card Tanpa Nomor KK / NIK Asli

Cuma sekadar kasih tahu kalau tidak registrasi ulang pun nggak bakal kena blokir, masih takut? Ragu? Pakai cara berikut:

Dengan cara menggunakan KTP / Nomor KK milik orang lain cari saja di Google banyak sekali kumpulan nomer bertebaran dan gratis, minimal cari NIK milik orang yang identitasnya baru lahir lima tahun belakangan.

Toh sudah banyak yang menggunakan cara tersebut di berbagai forum.

Fakta:
1. Demi Kepentingan Politik, biasa jelang Pilpres.
2. Rawan Penyalahgunaan
3. Nomor KK dan Nomor HP tidak ada kaitannya, kalau NIK masih bisa ditolerir.
4. Merugikan pengusaha menengah (Outlet / Konter)
5. Merugikan pelanggan yang biasa beli kuota murah di kartu sekali pakai.
6. Monopoli harga, operator seluler bakal tentukan tarif yang mahal walau koneksi lemot.
7. Pelanggan bakal dipaksa nurut skema, tarif dan peraturan provider yang ke depannya dilakukan semena-mena.

Hoax:
1. Kartu Bakal Diblokir Kalau Nggak Registrasi Ulang, Provider mau bangkrut? Memblokir 50% saja pemerintah bisa kalang kabut akibat operator seluler gulur tingkar hehe.
2. Demi Kenyamanan, malah bikin resah takut datanya disalahgunakan
3. Menghindari Spam SMS Penipuan, Hellaaw 2017 ini masih bisa diakali keleus.

Kalau begini lama-lama rakyat makan pun dibatasi wajib tiga kali sehari, 2019 sepertinya negara ini harus dapat pemimpin baru.

Fitnah Rezim Panik:
Yang nggak setuju kebijakan busuk Kominfo dituduh penipu, tukang spam, padahal pengusaha kecil banyak yang dirugikan ditambah pelanggan yang biasa beli kartu sekali pakai buat ambil kuota terjangkau, data 30GB harga Rp 48ribu terancam punah.

Jangan Registrasi Ulang Sim Card Pakai NIK dan Nomor KK Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Shiroma Midun