AKB48 dan Equal =LOVE Didenda Akibat Ngemplang Pajak

Sejumlah perusahaan dan agensi industri hiburan Jepang dilanda permasalahan pajak. Beberapa diantara dari mereka termasuk agensi serta manajemen pengelola idol group seperti Equal =LOVE, Nogizaka46 dan AKB48.

Equal Love Logo Idol Group.png
Photo via Vecteezy
Seperti dilansir dari media-media setempat sejak akhir Maret 2018, pihak Nogizaka46 misalnya, diketahui menyembunyikan pendapatan hingga sebesar 221 Juta Yen demi menghindari pajak yang besar.

Ini merupakan hasil penyelidikan terbaru pada pertengahan April berdasarkan pernyataan yang dirilis biro pajak regional Tokyo.

Awalnya memang hanya perusahaan bernama JOIN yang dituding menggelapkan dana pajak ratusan Juta Yen. Namun dilansir Yomiori Shimbun, bukti baru keterlibatan AKS dan Nogizaka46 Ltd dalam kasus ini.

Sembunyikan Pendapatan

Penghasilan tersebut merupakan sebagian dari pendapatan kotor sepanjang tahun 2017 silam. Selain Nogizaka46 dan AKB48 ada Hey!Say!Jump!, Johnny's West, Ishihara Satomi dan BABYMETAL dengan angka bervariasi.

Sampai artikel ini terbit, pihak berwenang yang bekerja sama dengan National Tax Agency (NTA) Japan masih mengusut tuntas kasus penggelapan pajak tersebut.

Menanti hasil penyelidikan terbaru apakah ada manajemen atau perusahaan lain yang ikut terlibat bersekongkol.

Sebab per awal Mei 2018, jaksa yang menumpuk bukti dari NTA mengatakan sidang berikutnya baru akan digelar akhir bulan nanti dengan menghadirkan saksi lainnya.

Sementara direktur agensi Yoyogi Animation Academy dan Sacra Music yang menaungi idol group Equal =LOVE dihadirkan sebagai saksi.

JOIN mengklaim keterlibatan AKS & Nogizaka46 Div punya peran paling signifikan sebab keduanya punya 'hajat' lebih besar seperti gelaran handshake event nasional di beberapa kota.
Sebenarnya banyak agensi dan perusahaan lain yang terlibat seperti manajemen boyband Hey!Say!Jump!, sampai pihak aktris Ishihara Satomi juga diduga terlibat. Tapi yang dibahas disini cuma AKB48, Equal LOVE dan Nogizaka46 sesuai topik.

Lima Miliar dari SHOWROOM

AKB48 Group dikabarkan menjadi grup yang meraup penghasilan tertinggi selama 2017.

Bahkan pendapatan mereka hanya dari layanan Gift SHOWROOM Live para member saja mencapai angka 5,5 juta dolar AS, dengan rincian sebagai berikut:

Penghasilan AKB48 Group dari SHOWROOM

  1. Team 8 - 151,755,173 yen
  2. AKB48 - 123,895,459 yen
  3. NGT48 - 90,318,886 yen
  4. STU 48 - 89,835,944 yen
  5. HKT48 - 68,098,665 yen
  6. SKE48 - 37,307,324 yen
  7. NMB 48 - 32,340,509 yen
Dalam acara pertemuan besar semacam jabat tangan (Handshake Event), AKB48 Group menggelapkan pajak dengan menyembunyikan penghasilan total lebih dari 301 juta Yen.

Baca juga:
Pihak manajemen diduga melakukan penyerahan catatan fiktif mengenai biaya tersebut dan diserahkan pada korporasi pajak.

Berita Kasus Pajak AKB48 in News TV Tokyo

Biro Pajak Regional Tokyo juga menuding, manajemen AKB48 telah melakukan tindakan melanggar hukum yakni Ngemplang Pajak.

Tuduhan juga dilayangkan terhadap kepala perusahaan "JOIN" serta mantan direktur utamanya, Tanabe Yoshitaka (58) di Tokyo.

Menurut para stakeholders dari JOIN, perusahaan juga memiliki kepentingan dalam acara besar seperti jabat tangan AKB48 Group hingga konser besar penyanyi Ayumi Hamasaki.

JOIN melakukan kerja sama dengan agensi Yoyogi Animation Academy (yang menaungi grup Equal =LOVE), Nogizaka46 Ltd, Yoshimoto dan AKS atas dugaan pemalsuan catatan biaya penghasilan dalam nomor faktur.

"Keterlibatan JOIN sebagian besar merupakan pemilihan venue, pengatur keamanan, konsumsi dan lainnya. Mayoritas memang acara berskala besar." kata salah satu staf yang tidak disebutkan namanya sebagaimana dilansir Nikkei Business.

Pengakuan Yoshitaka Tanabe, tindakan pemalsuan nomor faktur yang dilakukan pihaknya serta melibatkan AKB48 itu menggunakan metode pencatatan pengeluaran fiktif juga.

Biro Pajak Nasional mendakwa manajemen AKB48 gelapkan pajak hingga lebih dari 301 juta Yen yang bersifat akumulatif sepanjang 2017 dan menyelidiki ada tidaknya pelanggaran serupa di tahun-tahun sebelumnya.

Perwakilan dari Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo mengatakan beberapa perusahaan yang terlibat itu melanggar sejumlah peraturan dan undang-undang.

Terutama Undang-Undang Pajak Perusahaan sampai UU Pengadaan Konsumsi. Pihak Nogizaka46 Ltd Company menghindari biaya pajak senilai 90 Juta Yen.

Mantan perwakilan mengatakan bahwa sebagian besar hasil penggelapan pajak disimpan di dalam brankas di rumahnya.

Yoshitaka Tanabe yang notabenenya mantan CEO Join juga didenda. Ia diamankan ketika sedang berada di rumahnya distrik Minato, Tokyo.

Selain membayar denda, Tanabe dan beberapa perusahaan yang bersekongkol dengannya harus membayar pajak sesuai nominal. Ia pun meminta maaf di depan wartawan media setempat.

Belum diketahui apakah pelanggaran yang dilakukan Tanabe dan perusahaan sekongkolannya tersebut berakhir di jeruji besi menurut hukum di Jepang.

Tentang JOIN

Perusahaan dengan nama JOIN didirikan tahun 1991. Kebanyakan terlibat sebagai Event Organizer / Management acara besar.

JOIN juga bertanggung jawab soal venue dan keamanan dalam acara handshake event AKB48 sampai ajang besar seperti Tokyo Girls Collection.

Atas kasus pajak yang melibatkan perusahaan AKS, Yoyogi, JOIN serta Nogizaka46 Div, otoritas National Tax Agency akan mengevaluasi beberapa hal saat menggelar rapat.