Giliran Renan Store Dukung Prabowo Sandi di Pilpres 2019

Siapa yang tak tahu Renan Store, toko berbasis online shop menjual berbagai macam produk dan aksesoris perangkat Apple (iDevice) bekas dan original tersebut sudah menjadi langganan bagi banyak orang termasuk figur publik seperti artis, musisi, tokoh politik sekali pun.

Popularitas Renan Store berawal dari Instagram, dan dulunya cuma punya satu lokasi. Kini mereka sudah merambah dan berkembang pesat, memiliki cabang di sejumlah kota, bikin website sendiri hingga puluhan karyawan aktif sampai sekarang punya jumlah followers hampir satu juta pengikut. Buat sekelas toko online itu angka fantastis dan jelas bisa memanfaatkannya sebagai mobilisasi.

Blokir Imei HP BM_7

Sudah bisa dibayangkan hanya dalam kurun waktu tiga tahun perkembangan Renan Store. Hal itu tak lepas dari trik marketing yang baik memanfaatkan artis serta figur populer di media sosial khususnya Instagram sebagai bahan promosi melakukan endorsement.

#2019GantiPresiden 

Mayoritas produk dagangan Renan Store merupakan hasil impor, tentu soal importir barang elektronik seperti itu tidak akan mudah karena harus berurusan dengan berbagai pihak seperti salah satunya Bea Cukai, lembaga pajak lainnya.

Apalagi jumlah barang yang diimpor Renan Store terbilang masif, karena bukan cuma iPhone tapi juga iDevice lain seperti Apple MacBook, iPod Touch sampai iPad dan kini juga sudah mulai menjual ponsel Android unggulan imporan Jepang. Yang nggak impor cuma aksesorisnya saja itu pun sebagian kecil dan dijual secara terpisah dengan nama Applesoris.

Di sisi lain, pemerintah semakin memperketat aturan barang elektronik dengan meningkatkan nilai Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ke angka 30,5% yang awalnya hanya 20%.

Peraturan dibuat agar meminimalisir tingkah distributor nakal yang rajin mengimpor barang elektronik ilegal tak resmi, harapan lainnya juga supaya produsen Smartphone mau berinvestasi di Indonesia secara serius. Selain itu dapat mencegah ekonomi yang berdampak buruk pada uang rupiah.

Namun apa boleh buat, semenjak pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) serta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperketat aturan nilai TKDN, sejak itu juga banyak perusahaan angkat kaki dari tanah air.

Sebut saja OnePlus, HTC, Nubia dan terbaru Sony. Alih-alih mau investasi rupanya mereka kibarkan bendera putih tanda menyerah, nasib pengguna mereka di Indonesia pun terbengkalai walau beberapa masih menerima layanan perbaikan dalam kurun waktu maksimal 6 bulan.

Distributor barang elektronik mewah seperti Renan Store, Rachman Store, PS Store, juga terancam ekosistemnya berkat aturan baru pemerintah.

Apalagi wacana ke-depan, Kominfo berniat membasmi seluruh ponsel Black-Market (BM) atau yang masuk Indonesia hasil impor (Bukan dirakit resmi di Indonesia) dengan memberlakukan pemblokiran nomor IMEI.

Nomor IMEI Blokir Smartphone Ilegal_8

Jika hal ini terjadi maka seluruh barang khususnya ponsel yang sudah diimpor puluhan distributor termasuk Renan Store, akan lenyap sia-sia tak terpakai sangat disayangkan pembeli yang tak tahu menahu akan hal ini.

Mereka cuma mau beli iPhone bekas original buat bermewah-mewahan tanpa memikirkan dampak buruk ketika mendapatkannya melalui distributor.

Berbicara soal kebijakan pemerintah, seorang karyawan dari salah satu cabang Renan Store mengaku pihaknya enggan bertahan dengan yang ada saat ini demikian saat tim eksklusif Shukan Bunshun coba temui.

"Posisi kita sebenarnya awalnya netral bahkan cenderung nggak urusin beginian, ya kayak semacam nggak diusik kita santai, kalau diganggu ya kita coba 'melawan'. Melawan maksudnya disini dengan cara kita sendiri." kata staf berinisial ER.

Menurut ER, tim Renan Store selalu dibohongi pihak oknum bea cukai setiap kali melakukan impor dalam jumlah besar.

"Hampir tiap bulan kan (barang) masuk, dan sama sekali nggak gampang. Harus ngurus ini itu, kesana kesitu. Urusan paling rumit berhadapan sama oknum cukai, kadang kalau pun kita sudah menyelesaikan persyaratan juga selalu dicari kesalahan kita lainnya, ujung-ujungnya ya bayar dan nominalnya lumayan." lanjut ER.

Peraturan Kominfo yang memperketat regulasi TKDN juga semakin membuat bimbang para distributor HP. ER mengaku pihaknya telah berdiskusi mengenai rencana pemerintah yang ingin membasmi ponsel Black-market pakai sistem blokir IMEI.

Pemblokiran IMEI dapat menyebabkan ponsel yang dibeli dari hasil impor tidak bisa digunakan untuk mengakses layanan internet menggunakan seluruh provider Indonesia. Wifi? Mungkin, tapi faktanya tidak setiap saat orang pakai Wifi di HP.

"Sebelum bulan puasa kemarin kita kopdar sama tim PS, Rachman Store, EkaCelluler, dan beberapa lain hadir sempat diskusiin soal itu juga. Tapi maaf nggak bisa bicarain hasilnya disini, intinya tim sudah siap menghadapi segala kemungkinan buat masa depan." ungkapnya.

"Ya pokoknya apapun yang terjadi, kita bakal coba segala cara buat bertahan. Kan nggak lucu kalau cuma karena begituan (Peraturan blokir IMEI) terus ribuan barang hasil impor ngebangke gitu aja, hahah." ucapnya.

Ketika disinggung mengenai kebijakan pemerintah, lalu 2019 nanti Jokowi atau Prabowo?

Jokowi Melanggar Aturan Hormat_8
Jokowi Langgar Undang-undang. Akankah Dia Dihukum? Atau Peraturannya yang Diubah?

"Jujur kita tidak kepikiran bakal ikut campur soal Pilpres sebelumnya terkesan nggak peduli. Tapi situasi kan berkata lain, nah saya pribadi nomor 2 kalau untuk 2019 nanti. Nggak tahu yang lain, tapi mayoritas kita sih di pihak PAS." imbuh ER.

Ada alasan tersendiri bagi ER mendukung Prabowo-Sandi di Pemilihan Presiden Republik Indonesia 2019 mendatang.

"Yang pertama, saya sebagai rakyat punya hak. Kalau kita merasa pemerintah dan kami tidak sejalan lagi, maka saya selaku pemilik suara berhak menentukan pilihan lain. Itu contoh kecil dari banyaknya alasan pribadi. Terlebih, di kubu sana (Jokowi) ada Erick Thohir, tahu sendiri kan kalau dia itu mantan mafia sepakbola era Nurdin Halid tapi ditunjuk jadi tim sukses mereka itu kan blunder." lanjutnya.

Apa ada alasan lain yang mungkin mau diungkapkan terkait pilihan Pilpres nanti?

"Orang melihat Jokowi sebagai sosok dermawan, merakyat, kerja nyata, membangun tol, gedung, infrastruktur ini itu. Kalau hanya membangun negara megah, Fir'aun pun bisa. Tapi saya pribadi sebagai orang yang anti munafik benar-benar merasa Jokowi bukan pilihan yang cocok. Kalau saya warga Amerika akan sangat senang punya Presiden Donald Trump, dialah definisi yang benar-benar 'Apa Adanya', meluapkan amarah jika memang tepat waktunya, blakblakan bicara siapa yang salah, tidak munafik hanya belaga 'merakyat' di depan sorotan kamera, intinya nggak ada misi tersembunyi dibalik segala keputusan Trump karena memang dia Presiden bukan petugas partai hehe."

"Kalau niatnya mau menggaet investor tapi dengan cara yang salah seperti melakukan pemblokiran IMEI, seakan cuma nunjukkin kalau pemerintah nggak becus menarik minat investor." tutup ER.

Sebelum Renan, dalam sesi wawancara dengan pemilik Rachman Store di Condet bulan lalu juga mereka berkata demikian.

Intinya, pengusaha dan pedagang sebesar atau sekecil apapun akan memihak siapa yang dianggap akan menguntungkan mereka. Apalagi bisnis impor HP bekas pakai orang bule dari luar negeri kini semakin ketat persaingannya, Indonesia seolah jadi "tempat sampah" nya mengingat minat masyarakat begitu tinggi akan Smartphone second-hand luar negeri.