Review: Waspada Gunakan Layanan Printer Gratis Cetaku.com

Bukan cuma orang Indonesia, masyarakat di negara maju yang dikenal cerdas pun terkesan malas membaca Terms and Condition. Semacam kebijakan layanan, memang terkesan sepele namun itu bisa jadi backfire bagi pengguna layanan tersebut di masa depan, kali ini membahas Cetaku.

Review Cetaku Printer Gratis Dokumen

Cetaku.com merupakan layanan digital penyedia fasilitas pencetakan (Printer) dokumen, target utama mereka adalah mahasiswa baru di Indonesia yang tidak punya alat elektronik seperti printer buat cetak berkas-berkas dan tugas kuliah.

Pengalaman sebagai mahasiswa yang memegang biaya bulanan cukup terbatas, rasanya memang berat mengeluarkan uang buat mencetak berkas tugas kuliah pakai printer orang lain harus bayar pula. Sedikit-sedikit menguras kantong, kalau lebih perhitungan lagi rasanya tidak rela.

PT Cetaku Digital Solusi kemudian muncul sebagai jalan alternatif bagi mahasiswa/i Indonesia yang mau menikmati layanan Printer gratis mereka hingga 180 lembar. Begitu ada satu-dua orang merasa puas, yang lain dibuat penasaran, akhirnya pada ikut-ikutan.

Kalian bisa nikmati gratis layanan Print dokumen dimana pun berada, kapan pun, dengan proses secara online di depan Smartphone atau Laptop. Bagi pengguna baru dipersilakan mencetak sampai 180 halaman dengan unggahan dokumen maksimal berukuran 30MB.

Selanjutnya kalian disuruh mengisi data seperti nama, alamat, nomor telepon, sebelum klik Upload Dokumen. Dalam waktu tujuh hari, file yang telah Anda unggah dicetak dan dikirim secara gratis ke alamat rumah yang sudah Anda isi. Wuih, enak ya, gratis layaknya anak sang raja, tinggal upload, orang yang cetakin.

Tapi disinilah poinnya, gratis tidak serta-merta secara harfiah berarti Gratis. Selalu ada hal yang harus dibayar dalam bentuk materi atau non-materi.

Syarat Cetak Dokumen di Cetaku sangat ketat bahkan terbilang riskan. Setelah mendaftar atau membuat akun di situs mereka, Anda diwajibkan mengunggah data diri serta kartu identitas asli dalam bentuk foto atau scan.

Beberapa file dokumen yang harus diupload di Cetaku:
  1. Dokumen tugas & pekerjaan dalam format PDF untuk dicetak. 
  2. Data pribadi berdasarkan KTP / KTM (Kartu Mahasiswa). 
  3. Alamat rumah pengguna. 
  4. Foto Selfie diri.
Sampai minta foto selfie. Ngeri juga, kalau harga privasi kalian se-murah itu. Kalian wajib tahu kemana larinya data serta identitas penting kalian yang harusnya dijaga baik-baik tidak asal unggah disebar kemana-mana.

Larinya ke FINTECH! Financial Technology situs / aplikasi pinjam uang gitu, belum tahu? Silakan baca poin kelima dalam halaman kebijakan layanan Cetaku.com hehehe.

Cetaku.com Bahaya.jpg

Ketika sesuatu dibuat gratis, Anda adalah sebuah produk. Hasilnya lagi? Cek gambar berikut, hehehe.

Cetaku Kasus.jpg

Sistem begini akan sangat amat buruk buat jangka panjang. Kalian melewati Terms and Condition, menyetujuinya langsung agar cepat-cepat dapat menggunakan layanan mereka.

Kalau cuma jadi target iklan mendingan, apabila di masa depan punya kartu kredit, terjadi penyalahgunaan / Scam. Kemudian sebuah bill alias tagihan pinjaman selalu menghampiri dengan bukti-bukti data yang telah Anda kirimkan tadi. Selamat menikmati hasilnya.

Padahal Anda tidak pernah meminjam uang ke mereka, Anda hanya tahu bahwa mereka memberikan fasilitas GRATIS buat cetak dokumen tanpa mengetahui detail kebijakan layanan (Terms and Condition) yang sudah ditetapkan, tapi tiba-tiba ditagih seolah Anda pernah pinjam dana mereka.. Sekali lagi, when something is free - you are the f--king product.

Skenario terburuk lainnya: Dengan mengunggah data pribadi dan data pekerjaan / tugas, Anda dalam bahaya. Sewaktu-waktu mereka bisa membuat perjanjian palsu mengenai transaksi dan menganggap cetakan gratis tersebut merupakan pinjaman dan TANPA KONFIRMASI ULANG karena ANDA SUDAH SETUJU lewat Terms and Condition, asal klik centang, lanjut, yang penting nge-print GRATIS. Hehehe.

Tapi setelah membaca berita di situs DailySocial, ngangguk-ngangguk. Ternyata target Cetaku memang mahasiswa labil atau maba yang nggak peduli soal privasi data, kasus fintech RupiahPlus harusnya dijadikan bahan referensi, bukti startup masa kini bukan mempermudah persoalan malah makin nambah masalah.

Akhir kata, You're welcome!