Menguji Kelebihan Chipset Baru Apple M1 di MacBook Air

Saya waktu itu sempat nonton peluncuran produk terbaru Apple, termasuk memantau grafiknya, melihat daya tahan baterai, dan sejumlah fitur unik yang belum pernah ada di perangkat mereka sebelumnya. 

Satu hal yang menarik perhatian saya pribadi adalah MacBook terbaru yang dibekali chipset Apple M1. Dari segi fisik, beratnya lebih ringan apabila dibandingkan MacBook Pro 16 inci. 

Apple M1 MacBook Air

Apalagi kinerja prosesor di MacBook Pro ini diklaim Apple jauh lebih lambat dibandingkan MacBook Air dan Pro 13 inci M1 Chip yang menurut mereka tiga kali lipat lebih cepat dalam hal apapun baik multitasking, editing, dan bahkan gaming. 

Klaim angka yang fantastis, tapi yang dibutuhkan pengguna Apple biasanya hanya bukti nyata. Apakah chip M1 ini dapat menghemat waktu dengan kinerja cepatnya. 

Membandingkannya dengan MacBook Pro 16 inci mungkin hal yang tepat, ditambah jika kebutuhan sehari-hari adalah mengedit video tanpa memakan waktu cukup lama. 

Hasil tes seperti yang telah dirangkum:

Grafik dalam presentasi yang diberikan Apple sungguh fantastis, termasuk skor GeekBench seolah-olah mesin MacBook M1 ini sangat impresif.  
  1. - Mengetik: Sangat baik, terutama sambil membuka aplikasi lain. 
  2. - Browsing: Ini juga bagus, tak ada masalah umum seperti lag atau not responding gitu. 
  3. - Edit Video: Salah satu alasan mengapa banyak orang berminat dengan MacBook yang menggunakan chip M1. 
  4. - Mengetik Code: Keunggulan disini yakni tanpa sering membutuhkan editor teks walau XCode makin terasa berat zaman sekarang. 
  5. - Melatih Model Pembelajaran Mesin: Terkadang saya suka mengetik tentang kode Machine Learning. Tapi tak banyak berharap. 
Dari rangkuman tadi, saya serangkaian uji coba, tapi satu saja yang berkesan. 

Ekspor video memakai Final Cut Pro - Ketika satu video lumayan berat dibuat beberapa pekan lalu dengan durasi 3 jam untuk mengetahui seberapa lama mesinnya dapat ekspor video itu. 

Untuk hal ini, MacBook Air M1 membutuhkan waktu buat lakukan pra-render rekaman mentahnya. Sehingga begitu menekan tombol Ekspor, relatif langsung berada di halaman baru. 

Detail video buat eksperimen: 
  • Durasi: 3 jam 2 menit. 
  • Ukuran File Ekspor: 28.5GB 
Hasil: Waktu yang dibutuhkan MacBook Air M1 buat ekspor video dengan spesifikasi yang disebutkan tadi adalah 38 Menit, 10 Detik. Baterai awalnya 78% berkurang menjadi 67% selama proses berlangsung, artinya mengonsumsi 11% daya baterai. 

Ini hanya selisih dua persen saja dari MacBook Pro M1 16 inci yang memiliki catatan waktu tercepat. Kemungkinan karena perbedaannya ada di sisi memori dimana varian Pro sudah Dedicated 8GB GPU dan 64GB RAM. 

Meski demikian, perangkat yang menggunakan dedicated GPU lebih banyak mengonsumsi daya baterai dan suara kipas dalam mesin yang tergolong kencang terdengar sampai keluar. 

Portabilitas

Mungki alasan Anda membeli laptop adalah salah satunya karena praktis dapat dibawa kemana-mana, misalnya mengetik skripsi dan mengerjakan tugas di kafe. 

Dalam hasil tes yang telah dicoba, MacBook Air M1 memiliki portabilitas mumpuni. Sebagai contoh, pemakaian ringan hanya sekadar browsing, chatting dan streaming dari posisi 99% ke 39% bisa tahan hingga 6-7 jam. Walau sebenarnya itu tergantung lagi dengan aktif atau tidaknya fitur lain seperti sinyal WiFi misalnya.