Terima Kasih LG Mobile, Mengenang Brand Smartphone Inovatif

Kabar kurang baik datang dari industri smartphone setelah kemarin LG menutup divisi Mobile Communications dan keluar dari bisnis ponsel pintar sepenuhnya. Padahal perusahaan ini banyak mengeluarkan inovasi yang sampai sekarang diikuti brand lain. 

LG sudah berkecimpung puluhan tahun di dunia perponselan. Selama bertahun-tahun itu juga mereka termasuk brand yang anti-mainstream, kalau brand lain kadang ikut-ikutan yang dilakukan Apple, maka LG beda sendiri. 

Kenapa LG Mobile Tutup Smartphone.jpg


Kalau boleh dibilang, LG tidak mendapatkan pengakuan yang seharusnya mereka dapatkan. Contoh kecilnya, produk LG KE850 Prada yang dirilis Desember 2006 adalah handphone pertama dengan fitur Touchscreen dan UI yang unik. 

Kemudian Apple merilis iPhone Januari 2007, atau sebulan setelah LG Prada, yang mendapatkan lebih banyak perhatian publik dan menjadi headline berita media di seluruh dunia. Saat ini orang lebih paham iPhone merevolusi ponsel dengan Touchscreen, ketika faktanya kontribusi LG justru terlupakan. 

Berjalan ke pertengahan 2007, perusahaan meluncurkan LG KU990 Viewty. Smartphone pertama di dunia yang bisa merekam video slow-motion (Slowmo). Kala itu maksimal kualitas perekaman 320p di 120fps, yang bisa merekam 4 kali lebih lambat (Slow). 

Setelahnya, inovasi LG terfokus pada sektor kamera, dimana mereka lagi-lagi menjadi brand pertama yang memperkenalkan telepon genggam dengan fitur perekaman video Full HD alias 1080p, itu adalah LG Optimus 2X pada tahun 2011. 

Selain itu di tahun yang sama juga LG mengeluarkan produk smartphone pertama di dunia dengan Dual Camera, ia adalah LG Optimus 3D. Sayangnya minat masyarakat yang minim membuat LG kembali ke Single Camera saat itu. 

Semuanya mulai berubah lagi di 2016, ketika LG G5 dirilis yang punya pembenahan Dual Camera lebih baik dengan resolusi 16MP lensa utama (75 derajat FoV), dan sebuah lensa 8MP Ultrawide angle (135 deeajat FoV) yang ekslusif. 

Seiring berjalannya waktu, sekarang bahkan hampir semua smartphone sudah punya lensa Ultrawide-angle. Kilas balik lagi ke LG Optimus 2X yang layak mendapatkan perhatian lebih, dimana itu adalah ponsel pertama dunia yang memiliki prosesor Dual-Core dan tercatat di Guiness Book of World Record. 

Jangan lupakan LG Optimus 4X HD, inovasi mereka lainnya yang membawa smartphone dengan tenaga Quad-Core pertama di dunia meski yang dipasarkan secara global adalah LG Optimus G (2012) menggunakan chipset baru Qualcomm kala itu yakni Snapdragon S4 Pro. 

Dalam hal desain juga LG sebenarnya berinovasi lebih banyak. Contohnya LG BL40 New Chocolate (2009), merupakan smartphone pertama yang punya aspek rasio layar 21:9 ultra-wide. Sayangnya mendapat ejekan disebut mirip remote control, dan sekarang malah dipuja-puja digunakan hampir semua brand Android. 

LG G5 adalah produk smartphone dengan konsep Modular pertama dimana sistem Magic Slot buatan Google Ara Project gagal diimplementasikan, LG justru dengan berani mencoba hal baru yang saat itu mengguncang industri smartphone. 

Berikutnya ada LG Nexus 4, yang disebut ponsel paling worth-it di masanya. Berbekal chipset Flagship Snapdragon S4 Pro, di tahun 2012 smartphone ini menjadi yang pertama menerapkan dan mendukung fitur Qi Wireless Charging. Yang lagi-lagi jadi standar buat HP Flagship zaman sekarang. 

Setelah berinovasi di layar, kamera, desain, dan charging, LG juga punya inovasi dalam hal Audio. Tidak sedikit yang terkagum ketika LG V20 diluncurkan dengan fitur Quad DAC, membuat audio smartphone lebih berkualitas lagi suara yang dihasilkan. 

V20 juga jadi smartphone pertama yang memiliki Digital Video Stabilization. Sebuah teknologi untuk meningkatkan perangkat keras dan penyempurnaan yang sudah ada dari Optical Image Stabilization (OIS) berfungsi agar perekaman video pada HP jadi stabil. 

LG G-Flex adalah smartphone fleksibel pertama di dunia berkat panel layar P-OLED buatan mereka sendiri dan jenis baterai unik Li-Po Battery. Keduanya dikembangkan dan dibuat oleh LG. 

Komponen smartphone hasil inovasi LG membantu brand lain dalam menyempurnakan perangkat yang sudah ada. Contoh: LG membuat baterai L-Shaped atau yang melengkung di 2018 kemaein buat iPhone dan sedang mengembangkan layar lipat buat Apple. 

Tidak tahu alasan kenapa LG tidak lakukan kapitalisasi inovasinya sendiri. Setidaknya, inovasi teknologi mereka dan kontribusi di industri smartphone bisa menginspirasi brand lain.