Alasan Graduate Massal di AKB48 Apa Saja Penyebabnya?

Graduate massal, bencana atau peluang bagi AKB48? Tahun ini, sudah 40 member AKB48 yang mengumumkan graduate, jumlah terbanyak, dan bahkan mungkin saja masih akan bertambah karena masih tahun ini masih menyisakan 1.5 bulan lagi.

Apakah saja penyebabnya?

Beberapa perubahan kebijakan di internal AKB48 bisa jadi penyebab, seperti:

» Hiatusnya Team 8 (47.5% yang mengumumkan graduate berasal dari Team 8).
» Penghapusan sistem tim.
» Dibukanya kembali kesempatan member ditransfer ke agency lain dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi eksternal seperti telah berakhirnya pandemi juga bisa jadi mempengaruhi keputusan member untuk memutuskan karir selanjutnya yang lebih terbuka di luar AKB48.

Terlebih, para member yang telah mengumumkan graduate 100% telah aktif >3 tahun atau 70% >5 tahun di AKB48.

Bahkan 25% member yang mengumumkan graduate telah aktif lebih dari 10 tahun di AKB48.

Secara rentang usia, 97.5% berusia > 18 tahun alias telah berusia dewasa menurut aturan yang baru di Jepang (sebelumnya usia dewasa 20 tahun), atau bisa disebut bukan lagi usia pelajar.

32.5% berusia >24 tahun, bahka 10% berusia >26 tahun.

Dari rentang usia tersebut, member mungkin telah berada pada fase untuk memikirkan masa depannya.

Apalagi jika situasi karir di dalam stagnan, terlihat 77.5% yang telah mengumumkan graduate belum pernah senbatsu single AKB48.

Hanya 15% dari member yang telah mengumumkan graduate yang pernah menjadi senbatsu single AKB48 lebih dari 3 kali.

Jika bisa disimpulkan sebagian besar member AKB48 yang mengumumkan graduate karirnya stagnan di AKB48 meski telah lama aktif sebagai member dan kini dalam rentang usia dewasa untuk memikirkan masa depan yang akan dituju selanjutnya.

Mengenai stagnannya sebagian besar member tidak serta merta kesalahan member sendiri (terkait motivasi, dll), tapi juga faktor manajemen yang kewalahan mengelola banyak membernya.

Jumlah member yang banyak akan menjadi beban operasional yang besar jika tidak populer dan menjual, masa awal AKB48 telah memperlihatkan hal itu, itu mengapa DefStar Records (Sony Music Group) memutuskan kontrak dengan AKB48 karena besar pasak dari pada tiang.

Seiring popularitas AKB48 meroket, jumlah member yang banyak “seolah” tak jadi soal karena popularitas grup menutupi hal itu, padahal member yang populer tetap tidak terlalu banyak, namun karena grupnya populer, member yang banyak relatif bisa diberdayakan di berbagai pekerjaan.

Seiring popularitas grup yang merosot karena banyak faktor, member yang banyak dan sebagian besarnya kurang populer sehingga tidak cukup menjual, akan kembali menjadi beban operasional.

Sehingga dengan adanya graduate massal yang sebagiannya mengalami stagnasi karir, menjadi keuntungan tersendiri untuk AKB48, anggaplah cuci gudang.

AKB48 punya peluang untuk merekrut member baru yang lebih muda dan fresh, dengan harapan bisa lebih menjual.

Namun jika AKB48 gagal mengelola jumlah member yang banyak, rekrutan baru pun akan mengalami masalah yang sama yang berulang kembali.

Kebijakan penghapusan tim juga bertujuan untuk mempush kembali motivasi member untuk bersaing.

Jika sebelumnya member yang mungkin sudah stagnan sudah merasa nyaman karena akan “pasti” bisa tampil di teater bersama timnya. Tapi dengan penghapusan sistem tim, persaingan akan kembali sengit karena slot yang diperebutkan lebih sedikit.

Leave a Comment