Google Perintahkan Webmaster Segera Pasang HTTPS di Situs

Webmaster atau pemilik / pengelola situs, blog dan sejenisnya belum banyak yang sadar kalau Google memantau peran HTTP serta HTTPS. Mungkin juga tidak terlalu peduli, sudah memasangnya pun terkadang tak paham apa manfaat serta fungsinya, pengunjung juga sebenarnya harus mengetahui perbedaan keduanya.

Blog Shukan Bunshun.png

Sudah dua tahun silam Google mengimbau kepada pemilik situs, website, blog, atau apalah itu Anda menyebutnya, untuk segera beralih menggunakan HTTPS pada alamat ubahsuaian alias Top Level Domain (TLD), ciri-ciri web pakai HTTPS ditandai warna hijau dan tulisan "Aman" / "Secure" ditambah logo gembok / Lock.

Sedangkan situs masih ber-HTTP cuma ditandai lingkaran dan dalamnya ada huruf 'i', apabila diklik kini akan menampilkan notifikasi tulisan "Tidak Aman" lalu mengingatkan pengunjung agar tak mengirim atau input data / identitas penting apapun ke website tersebut.

Lebih tegas lagi dalam pembaruan peramban Google Chrome versi 68 per Juli 2018, website non-HTTPS ditandai "Not Secure" baik ketika dikunjungi maupun melalui hasil pencarian Search Engine Result Page (SERP). Pembaca disarankan tak mengirim data ke situs yang masih HTTP.

Inilah Perbedaan Signifikan HTTP dengan HTTPS 

Situs web jadi wadah perantara interaksi lewat internet antara pemilik serta pengunjung. Katakanlah website adalah rumah, dan domain sebagai alamat jalannya kemudian pembaca datang bawa 'kendaraan'.

Rumah atau situs yang aman pakai HTTPS dikasih pagar sisi kiri mau pun kanan, tanpa halangan biasanya disebut Encrypted (terenkripsi) sehingga pengelola dan pembaca merasa lebih aman terlindungi. Fungsi lainnya dapat melindungi data dari sensor ISP atau pemerintah.

Kalau website masih HTTP layaknya rumah tanpa pagar bahkan pintu masuk. Seluruh pengunjungnya dapat berlalu-lalang, bikin sempit, sehingga potensi hambatan koneksi lambat akan terjadi.

Oknum, siapapun itu dapat mengacak-acak 'rumah' tanpa pengaman. Mereka bisa leluasa interupsi koneksi, menyusupkan segala macam software mungkin berbahaya bagi perangkat pengunjung, parahnya lagi berpotensi adanya pencurian data. Efek dari Non-Encrypted.

Manfaat HTTPS memang cukup menguntungkan bagi pengunjung website, mereka merasa nyaman, aman ketika menginput data apapun karena jaminan terenkripsi.

Namun bukan berarti sama sekali tidak berfungsi untuk Webmaster, sejumlah benefit diberikan oleh Google bagi situs HTTPS khususnya di mesin pencari.

Blog Shukan Bunshun ini pakai platform Blogger yang dikelola oleh Google, jadi secara langsung domain TLD disediakan dari raksasa teknologi asal California itu.

Sementara pemilik web berbasis self-hosted WordPress misalnya, biasanya paket SSL (Secure Socket Layers) bisa dibeli atau gratis ketika memesan hosting, cara memasangnya jika tak paham tinggal minta panduan ke Customer Service.

Dulu pengguna Blogger.com sempat protes, ketika kampanye HTTPS oleh Google digaungkan sebab platform milik mereka sendiri tidak diberi leluasa untuk memasang SSL tersebut.

Namun kini tak berlaku, karena Google telah memberikan secara gratis pengguna baik sub-domain Blogspot atau telah diubahsuaikan (Custom) ke Top Level Domain (TLD seperti .com .net .xyz .info .org, dll).

Caranya cukup masuk ke dasbor Blogger > Pengaturan > Dasar > bagian HTTPS Availability / Redirect pilih YA. Bagi domain TLD membutuhkan waktu minimal 30 menit agar kembali bisa diakses, sedangkan Blogspot bisa langsung dinikmati.

Apa Kerugian Tidak Memasang HTTPS? 

Balik ke selera masing-masing saja sebenarnya ini perintah Google juga tidak wajib dilakukan bagi pengelola blog biasa seperti kami, hanya sebuah peringatan. Mereka cuma menginginkan pengunjung merasa nyaman dan aman ketika mengunjungi sebuah situs, tetapi untuk website berbasis jual-beli online itu sih WAJIB.
Google Perintahkan Webmaster Segera Pasang HTTPS di Situs Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Shiroma Midun